Kontroversi Petarung UFC Dibayar Murah – Debat antara petarung UFC dibayar sangat murah dibandingkan dengan atlet petinju kembali muncul usai UFC 266. Debat terjadi antara Presiden UFC Dana White dengan mantan juara dunia tinju Oscar De La Hoya.

Kontroversi Petarung UFC Dibayar Murah

Kontroversi Petarung UFC Dibayar Murah

De La Hoya mengclaim petarung asal Australia itu mendapat bayaran yang lebih kecil. De La Hoya yang memiliki Golden Boy Promotion menganggap White tidak membayar petarung UFC dengan layak, termasuk Volkanovski yang untuk kali kedua mempertahankan gelar juara dunia kelas bulu.

“Hei Alexander Volkanovski. Kamu baru saja menang duel yang brutal di UFC dan hanya mendapatkan 1/20 dari nilai kamu sesungguhnya. Dana White, Tolong hormati para petarung ini dan bayar petarung ini dengan layak,” Ungkap De La Hoya.

Tidak terima dengan Cuitan De La Hoya, White Kemudian membalas, pria asal Amerika Serikat itu menyebut De La Hoya sebagai pembohong setelah mundur dari duel melawan Vitor Belfort dalam duel tinju 11 September lalu.

“saya akan menyaksikan kamu dipukul KO oleh Vitor Belfort. Kamu seharusnya mendapat Academy Awards atas penampilan kamu dirumah sakit,” Balas White.

Debat mengenai petarung UFC mendapat bayaran yang sangat murah dan sudah berlangsung cukup lama. Pihak UFC, dan promotor MMA yang lain, dikliaim kurang menghargai petarungan dengan bayaran rendah.

Conor McGregor memang dinobatkan oleh Forbes sebagai Atlet dengan pendapatan tertinggi di 2021. Namun McGregor mendapatkan pemasukan lebih banyak dari bisnis minuman seperti Wiski Proper No. Twelve.

Belakangan banyak petarung UFC yang berahli ke ring tinju demi mendapatkan bayaran yang lebih besar. Hal ini lah yang membuat public terheran akan bayaran UFC dengan petarung-petarungnya. Jika bayaran yang setimpal pasti pertarung tidak akan berahli ke ring tinju pastinya ia akan bertahan untuk bertanding di ring UFC. Jelas salah salah satu seorang petarung Khabib Nurmagomedov.

Berita ini sudah menyebar didunia sosmed dan mendapatkan kata-kata buruk tentang buruknya system UFC yang tidak layak untuk memberikan gaji kepada petarung UFC yang sudah mati-matian bertarung akan tetapi di bayar kecil dari pada petinju.